Twitter

Elon Musk

Twitter Akan Meniru Fitur Google

Jakarta – Twitter tampaknya sedang menjalankan fitur baru bernama Search Subscribe yang memungkinkan pengguna memilih pemberitahuan cuitan yang pantas dengan permintaan pencarian.

Diberitakan dari The Verge, fitur ini pertama kali ditemukan oleh developer aplikasi Dylan Roussel yang kemudian dia bagikan di akun Twitter-nya. Melewati cuitannya dia menyatakan fitur ini akan menempatkan ikon lonceng pemberitahuan di sebelah kotak pencariannya di Twitter.

Fitur Search Subscribe mirip dengan Google Alert, tapi di Twitter memungkinkan banyak penyaringan lanjutan untuk menerima pemberitahuan yang lebih pantas dan relevan bagi si pengguna.

Fitur ini dievaluasi menarik dan menjadi upaya Twitter untuk mempermudah penggunanya menemukan hal-hal yang hakekatnya pengguna cari.

Kecuali itu, mengingat kecenderungan Twitter yang penuh akan cuitan dan pembaruan, makin sedikit notifikasi yang dicari oleh pengguna, karenanya akan membikin pemberitahuan mereka menjadi lebih bagus.

Pengujian fitur ini malah cuma timbul pada aplikasi Twitter versi Alpha. Walaupun demikian, fitur ini juga belum tentu akan benar-benar diluncurkan oleh Twitter. Sayangnya Twitter malah belum memberikan tanggapannya akan pengujian fitur hal yang demikian.

Elon Musk

Elon Musk Ancam Putuskan Akuisisi Twitter

Jakarta – Drama pembelian Twitter oleh Elon Musk masih terus berlanjut. Sesudah sempat menangguhkan pengerjaan akuisisi, sekarang Musk mengancam akan membatalkan perjanjian hal yang demikian.

Musk mengatakan Twitter sudah menjalankan pelanggaran yang terang dari kesepakatan akuisisi USD 44 miliar mereka. Dalam surat yang dikirimkan terhadap Twitter, regu undang-undang Musk mengklaim Twitter gagal memberikan isu perihal permasalahan bot di platform-nya sedangkan dia mempunyai hak mendapatkan isu hal yang demikian.

“Mr. Musk percaya perusahaan secara aktif menolak dan menggagalkan hak kabarnya (dan keharusan berhubungan perusahaan) di bawah perjanjian merger,” tulis surat hal yang demikian, seperti dikutip dari The Verge, Selasa (7/6/2022).

Surat hal yang demikian juga mengatakan Musk dapat saja mundur dan tak menuntaskan transaksi sebab dugaan pelanggaran kontrak. Apabila Musk membatalkan perjanjian ini, dia patut membayar pinalti sebesar USD 1 miliar.

Semenjak mengumumkan rencananya membeli Twitter, Musk terus mengeluhkan permasalahan akun spam dan bot di platform media sosial hal yang demikian. Salah satu visi orang terkaya di dunia ini sesudah membeli Twitter memang untuk memberantas akun bot dan memverifikasi segala penggunanya ialah manusia.

Sebelumnya Twitter mengklaim jumlah akun bot di platform mereka tak hingga 5% dari jumlah sempurna pengguna. Tetapi Musk meragukan klaim hal yang demikian dan mempertimbangkan menangguhkan perjanjian hingga Twitter menandakan kecermatan angka hal yang demikian.

Sebagian pekan sesudah penangguhan hal yang demikian, Musk kemudian mengeluarkan ancaman resminya untuk membatalkan pengerjaan akuisisi. Sebagian analis Wall Street berspekulasi bahwa ancaman ini ialah sistem Musk untuk keluar dari perjanjian atau untuk menurunkan skor akuisisinya.

Juru bicara Twitter Brian Poliakoff mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan Musk dan akan terus membagikan isu. “Kami berniat untuk menuntaskan transaksi dan menegakkan perjanjian merger dengan harga dan prasyarat yang disepakati,” kata Poliakoff.